Sabtu, 26 Agustus 2017

Sejarah Palang Merah Indonesia

Palang Merah Indonesia

A. Saat Perang Kemerdekaan

     Peperangan, menimbulkan korban manusia. Pada masa penjajahan Belanda di Indonesia, banyaknya korban yang berjatuhan memunculkan usulan untuk mendirikan Perhimpunan Palang Merah Indonesia.

     Usulan tersebut diajukan oleh Dr. RCL Senduk dan Dr. Bahder Djohan kepada pemerintah Belanda pada tahun 1932 . Pada masa penjajahan Belanda, kegiatan kepalangmerahan dijalankan oleh Palang Merah Belanda cabang Hindia atau NERKAI (Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie) yang terbentuk tanggal 21 Oktober 1873. Usulan mendirikan palang merah bagi Indonesia oleh dr. RCL Senduk dan dr. Bahder Djohan mendapat sambutan. Saat sidang konferensi NERKAI  yang berlangsung tahun 1940 usulan mereka dibahas. Namun sayang usulan itu ditolak oleh pemerintah Belanda karena menganggap rakyat Indonesia belum mampu mengatur organisasi palang merahnya sendiri. Membentuk perhimpunan Palang Merah memerlukan keahlian dan banyak persiapan yang tidak mudah. Meskipun ditolak, cita-cita dr. RCL Senduk dan dr. Bahder Djohan tidak surut. Mereka terus mengadakan sosialisasi dan konsolidasi ke berbagai pihak.

B. Setelah Indonesia Merdeka

     Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 3 September 1945 Presiden Soekarno memerintahkan Menteri Kesehatan saat itu, Dr Buntaran Martoatmodjo untuk membentuk Perhimpunan Nasional Palang Merah.

     Atas perintah Presiden, pada tanggal 5 September 1945 dibentuklah susunan kepanitiaan beranggotakan 5 orang. Selanjutnya disebut dengan Panitia Lima. Mereka mempunyai  tugas menyusun rencana pembentukan Palang Merah Nasional yaitu Palang Merah Indonesia.

Ketua : Dr. R. Mochtar

Penulis : Dr. Bahder Johan

Anggota : Dr. Djoehana

             Dr. Marzuki

             Dr. Sitanala

     Satu bulan setelah Indonesia merdeka, tepatnya tanggal 17 September 1945, lahirlah PMI atau Palang Merah Indonesia dengan ketua umum Drs. Moch Hatta yang sekaligus merupakan Wakil Presiden RI pertama.

Sejarah Palang Merah Internasional

A. GERAKAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH INTERNASIONAL

        Jean Henry Dunant adalah bapak palng merah sedunia sebab beliaulah pendiri dan pelopornya Palang merah. Beliau lahir di Swiss pada tanggal 8 Mei 1828 (ditetapkan sebagai hari Palang Merah Internasional). Ayahnya bernama Jean Jacques Dunant dan ibunya bernama Antoinett Colladon.
        Pada tanggal 24 Juni 1859 di Solferino, Italia utara Pasukan Perancis dan Italia sedang bertempur melawan pasukan Austria. Pada saat itu Henry Dunant tiba disana dengan harapan dapat bertemu dengan kaisar Perancis (Napoleon III) Beliau secara kebetulan menyaksikan pertempuran itu. Saat itu dinas medis militer kewalahan dalam menangani korban perang yang mencapai 40.000 orang. Tergetar oleh penderitaan tentara yang terluka, Henry Dunant bekerjasama dengan penduduk setempat dan segera bertindak mengkoordinasi bantuan untuk mereka.
        Setelah kembali ke Swiss Henry Dunant menggambarkan pengalaman itu kedalam sebuah buku yang berjudul UN SOUVENIR DE SOLFERINO atau A MEMORY OF SOLFERINO. Yang artinya kenang kenangan dari Solferino tahun 1862.

Dalam bukunya Henry dunant mengajukan 2 gagasan, yaitu:
1.Membentuk organisasi sukarelawan yang akan disiapkan dimasa damai untuk menolong para prajurit yang terluka di medan perang.
2.Mengadaka  perjanjian Internasional guna melindungi prajurit yang cidera di medan perang, serta sukarelawan dari organisasi tersebut pada waktu memberikan perawatn

9 Februari 1863 empat orang warga Jenewa bergabung dengan Henry dunant untuk mengembangkan kedua gagasan tersebut (komite lima)
empat orang tersebut adalah:
1.General Dufour
2.Dr. Theodore
3.Dr. Louiss Appia
4.Gustave moynier
        Yang kemudian mereka bersama-sama membentuk komite internasional palang merah (KIPM) atau Internasional Commite of Red Cross (ICRC). Berdasarkan gagasan pertama didirikanlah sebuah organisasi sukarelawan di setiap negara, yang bertugas membantu dinas medis angkatan darat pada waktu perang. Organisasi tersebut sekarang disebut LRCS (League Of The Red Cross Society) atau LPPMI (Liga Perhimpunan Palang Merah) yang di bentuk tanggal 5 Mei 1919. Tahun 1992 berubah menjadi Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC). Palang merah lahir berdasarkan keinginan untuk membantu korban perang, dan untuk pelaksanaan tugasnya

pada tanggal 22 Agustus 1864 atas prakarsa ICRC, pemerintah Swiss menyelenggarakan konferensi yang diikuti 12 negara yang dikenal dengan konvensi Jenewa (THE GENEWA CONVENTION OF AUGUST 12,1949) dengan hasil sebagai berikut:
1.Perlindungan (Proteksi)
2.Perbantuan (asistensi)
3.Kesehatan dan kesejahteraan
TUGAS PALANG MERAH
A. Pada waktu perang
1.Membantu jawatan kesehatan angkatan perang
2.memberi pertolongan pada perang
B. Pada waktu damai
1.Membangkitkan perhatian umum terhadap azas dan tujuan palang merah
2.menyebarluaskan cita-cita palang merah berdasarkan prikemanusiaan
3.Menyiapkan Tenaga dan sarana kesehatan/bantuan lainnya untuk menjamin kelancaran tugas Palang Merah
4.Memberi bantuan dan pertolongan pertama dalam setiap musibah /kecelakaan
5.menyelenggarakan PMR
6.Turut memperbaiki kesehatan rakyat
7.membantu mencari korban hilang.

Sejarah Palang Merah Indonesia

Palang Merah Indonesia A. Saat Perang Kemerdekaan      Peperangan, menimbulkan korban manusia. Pada masa penjajahan Belanda di Indonesia,...